Dari Agribisnis Menuju Bisnis Tas Branded

Berkutat dengan industri fashion khususnya tas, sepatu tidak pernah terbayangkan oleh Alel Rumohorbo, 26 tahun.. Selepas dari pendidikan di Universitas Padjajaran, Pemilik online store @valeriescloset.id ini, berpikir apa yang akan dilakukan setelah kelulusannya. Akhirnya selama masa kosong mulai membantu sang kakak yang terlebih dahulu terjun di penjualan daring dengan Brand DnD yang fokus dengan US Brand .

 

Di tahun 2014, Alel mulai berpikir untuk merintis sendiri bisnis online store dengan fokus penjualan kepada end user. Melakukan bisnis bukan hal yang baru untuk Alel karena semasa mahasiswanya pun Alel sudah aktif berbisnis clothing sehingga kemampuan untuk berwirausaha tidak menjadi masalah. Namun sejak lulus, hal tersebut tidak dilanjutkan karena mengingat jarak antara Bandung dan Jakarta.

 

Bagi pria muda ini berbisnis di dunia fashion perempuan juga memiliki tantangan tersendiri. Tidak jarang para pembeli online tersebut memanggilnya “ Sis, Mbak”. “ Dari mulai kaget, awkward, hingga sekarang sudah terbiasa dipanggil Sis atau Mbak “, ujarnya.

 

Bekal pengalaman berbisnis di masa kuliahnnya menjadi fondasi utama untuk masuk ke dunia online seller. Segmentasi pasar, diversifikasi produk, promosi serta strategi harga menjadi kunci bagi Alel untuk bersaing dengan kompetitor – kompetitor yang sudah banyak. Edukasi pelanggan pun menjadi fokus Valerie’s Closet karena Alel sadar tantangannya adalah menyakinkan calon pembeli tentang orisinalitas dari produk – produk yang dijual Valerie’s Closet mengingat harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga konter resmi. Transparansi tentang bagaimana produk itu diperoleh jadi salah satu hal yang membuat calon pembeli untuk yakin berbelanja di Valerie’s Closet.

 

Konsistensi di Brand Us ini menjadikan Valeries’Closet sebagai salah satu tenants yang di nanti oleh pengunjung setia Irresistible Bazaar yang memiliki minat terhadap brand – brand US seperti Kate Spade, Michael Korrs, Coach dan lainnya.

 

Alel sudah ikut bergabung di Irresistible Bazaar sejak penyelenggaran ke 5 hingga nanti yang ke 10. Irresistible Bazaar adalah bazaar pertama yang diikutinya. “ Saya tidak tahu bagaimana cara ikut bazaar. Bahkan trolley saja tidak punya. Rak – rak saya angkat sendiri. Bodoh sekali waktu itu ” tutur Alel sambil tersenyum.

 

Tapi menurutnya, Bazaar seperti Irresitible adalah tempat yang sangat baik untuk dia belajar mengelola sebuah toko karena ke depan Valerie’s Closet memiliki rencana untuk membuka butik dengan tujuan selain meningkatkan penjualan sekaligus menjadi tempat pembeli regular untuk setiap saat dapat melihat produk yang diinginkan.

 

“Prinsip saya adalah selama pekerjaan yang saya lakukan ini halal dan dapat menghasilkan maka akan saya tekuni dan jalani sebaik mungkin” ungkap Alel.